Pentingnya Kredibilitas Pembuat Kebijakan Keuangan Dalam Negeri

Pentingnya Kredibilitas Pembuat Kebijakan Keuangan Dalam Negeri

pinjamana dana jaminan sertifikatMenteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membuka acara the 11th Sadli Lecture yang diadakan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI), bersama Australia National University di Hotel Borobudur Pentingnya Kredibilitas Pembuat Kebijakan Jakarta, 09/05/2017 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membuka acara the 11th Sadli Lecture yang diadakan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI), bersama Australia National University. Pada acara yang mengangkat tema “A Tale of Two Countries: India and Indonesia, a Leasson Learned from the 2013 Taper Tantrum”, Menkeu menyampaikan pentingnya kredibilitas seorang pembuat kebijakan dalam merespon guncangan ekonomi, seperti Taper Tantrum tahun 2013.

“Jika pembuat kebijakan dapat merespon guncangan dengan baik namun ia tidak kredibel, maka respon tersebut tidak akan efektif,” jelas Menkeu saat acara yang berlangsung di Hotel Borobudur, Selasa (09/05).

Menurutnya, kredibilitas seseorang tidak bisa dibangun dalam waktu singkat, karena membutuhkan rekam jejak. Ini hanya didapat saat mampu membuat kebijakan dan mengimplementasikan kebijakan tersebut dengan baik. Saat keadaan ekonomi dalam kondisi tidak pasti, kemampuan pembuat kebijakan untuk mempengaruhi para pelaku pasar sangatlah penting.

Indonesia harus memiliki amunisi kebijakan untuk menghadapi guncangan ekonomi dunia. Dalam hal keseimbangan fiskal, misalnya, para pembuat kebijakan harus mampu membuat ruang fiskal yaitu dengan mengumpulkan pajak sebesar-sebesarnya. Untuk itu, reformasi dalam perpajakan sangatlah penting. Selain itu, belanja juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan tepat guna, agar setiap Rupiah yang dikeluarkan dapat menciptakan kemampuan untuk menstabilkan ekonomi ketika guncangan terjadi.

Menkeu berharap, dari pengalaman Taper Tantrum 2013 saat Indonesia dan India dikategorikan sebagai negara “Fragile 5”, forum diskusi ini akan dapat memberikan masukan kepada pemerintah untuk menghindari atau menghadapi hal serupa di masa depan.
“Jika suatu negara dapat mengidentifikasi di mana kelemahan dan kekuatan ekonominya, maka ketika terjadi guncangan ekonomi, negara tersebut akan lebih mudah mengatasi guncangan tersebut dan meminimalisirnya, sehingga masyarakat tidak terlalu merasakanya. Itu yang penting,” paparnya. (pinjamana dana jaminan sertifikat)

Recommended Posts

Leave a Comment